Perancangan web

June 12th, 2010

Perancangan
Web
IF1191
Departemen Teknik Informatika
2004
Dwi Aji Mardiyanto
12/20/2004 IF1191/DA/ Materi Pertemuan 2
Fungsi Web
Aspek Perancangan Web
Struktur Informasi
Kesalahan yang sering terjadi
12/20/2004 IF1191/DA/ Fungsi Web
Publikasi
Promosi
Transaksi
12/20/2004 IF1191/DA/ Aspek Perancangan Web
Tujuan pembuatan web
Fungsi & Fitur
Struktur informasi
Jangan berharap user akan membaca (hanya
memindai)
Tata letak halaman
Komposisi multimedia (text, gambar, audio,
video)
12/20/2004 IF1191/DA/ Struktur Informasi
Berdasarkan topik
Kategori produk, kategori berita
Berdasarkan fungsi pengguna
Browse email,kirim email, cari email, dst…
Berdasarkan pengunjung
Administrator, super-user
12/20/2004 IF1191/DA/ Alasan Pengguna….
12/20/2004 IF1191/DA/ Perancangan Navigasi
Konsistensi dan kejelasan struktur
Refleksikan struktur dalam URL
URL adalah bagian dari interface
Gunakan logo/banner
Timbulkan image situs
12/20/2004 IF1191/DA/ Perancangan Teks
User tidak membaca tetapi memindai
(scanning)
Halaman panjang / pendek ?
Buat perbedaan antara judul dengan isi
Isikan informasi pada tag META
12/20/2004 IF1191/DA/ Perancangan Gambar
Gunakan Format yang sesuai
GIF,JPEG,PNG
Gunakan warna yang menarik perhatian
mata
Perhatikan komposisi

sumber :http://kur2003.if.itb.ac.id/file/IF1191_Web_Design.pdf

Dasar Pemrograman C

June 12th, 2010

16
DASAR PEMROGRAMAN C
A. TUJUAN
1. Menjelaskan tentang beberapa tipe data dasar (jenis dan jangkauannya)
2. Menjelaskan tentang Variabel
3. Menjelaskan tentang konstanta
4. Menjelaskan tentang berbagai jenis operator dan pemakaiannya
B. DASAR TEORI
B.1. Tipe Data Dasar
Data merupakan suatu nilai yang bisa dinyatakan dalam bentuk konstanta atau
variabel. Konstanta menyatakan nilai yang tetap, sedangkan variabel menyatakan nilai
yang dapat diubah-ubah selama eksekusi berlangsung,
Data berdasarkan jenisnya dapat dibagi menjadi lima kelompok, yang dinamakan
sebagai tipe data dasar. Kelima tipe data dasar adalah:
Bilangan bulat (integer)
Bilangan real presisi-tunggal
Bilangan real presisi-ganda
Karakter
Tak-bertipe (void), keterangan lebih lanjut tentang void dijelaskan dalam Bab
Selanjutnya.
Kata-kunci yang berkaitan dengan tipe data dasar secara berurutan di antaranya
adalah int (short int, long int, signed int dan unsigned int), float, double, dan char.
Tabel 2-1 memberikan informasi mengenai ukuran memori yang diperlukan dan kawasan
dari masing-masing tipe data dasar.
Tabel B-1. Ukuran memori untuk tipe data
Tipe Total bit Kawasan Keterangan
char 8 -128 s/d 127 karakter
int 32 -2147483648 s/d 2147483647 bilangan integer
float 32 1.7E-38 s/d 3.4E+38 bilangan real presisi-tunggal
double 64 2.2E-308 s/d 1.7E+308 bilangan real presisi-ganda
17
Untuk tipe data short int, long int, signed int dan unsigned int, maka ukuran memori yang
diperlukan serta kawasan dari masint-masing tipe data adalah sebagai berikut :
Tabel B-2 Ukuran memori untuk tipe data int
Catatan :
Ukuran dan kawasan dari masing-masing tipe data adalah bergantung pada jenis
mesin yang digunakan (misalnya mesin 16 bit bisa jadi memberikan hasil berbeda
dengan mesin 32 bit).
B.2 Variabel
B.2.1 Aturan Pendefinisan Variabel
Aturan penulisan pengenal untuk sebuah variabel, konstanta atau fungsi yang
didefinisikan oleh pemrogram adalah sebagai berikut :
Pengenal harus diawali dengan huruf (A..Z, a..z) atau karakter garis bawah ( _ ).
Selanjutnya dapat berupa huruf, digit (0..9) atau karakter garis bawah atau tanda dollar ($).
Panjang pengenal boleh lebih dari 31 karakter, tetapi hanya 31 karakter pertama yang akan
dianggap berarti.
Pengenal tidak boleh menggunakan nama yang tergolong sebagai kata-kata cadangan
(reserved words) seperti int, if, while dan sebagainya.
B.2.2 Mendeklarasikan Variabel
Variabel digunakan dalam program untuk menyimpan suatu nilai, dan nilai yang
ada padanya dapat diubah-ubah selama eksekusi program berlangsung. Variabel yang
akan digunakan dalam program haruslah dideklarasikan terlebih dahulu. Pengertian
deklarasi di sini berarti memesan memori dan menentukan jenis data yang bisa disimpan
di dalamnya.
Tipe Total bit Kawasan Keterangan
short int 16 -32768 s/d 32767 short integer
long int 32 -2147483648 s/d 2147483647 long integer
signed int 32 -2147483648 s/d 2147483647 biasa disingkat dengan int
unsigned int 32 0 s/d 4294967295 bilangan int tak bertanda
18
Bentuk umum deklarasi variabel:
Pada pendeklarasian varibel, daftar-variabel dapat berupa sebuah variabel atau
beberapa variabel yang dipisahkan dengan koma. Contoh:
int var_bulat1;
float var_pecahan1, var_pecahan2;
B.2.3 Memberikan Nilai ke Variabel
Untuk memberikan nilai ke variabel yang telah dideklarasikan, maka bentuk
umum pernyataan yang digunakan adalah :
Contoh:
int var_bulat = 10;
double var_pecahan = 10.5;
B.2.4 Inisialisasi Variabel
Adakalanya dalam penulisan program, setelah dideklarasikan, variabel langsung
diberi nilai awal. Sebagai contoh yaitu variabel nilai :
int nilai;
nilai = 10;
Dua pernyataan di atas sebenarnya dapat disingkat melalui pendeklarasian yang disertai
penugasan nilai, sebagai berikut :
int nilai= 10;
Cara seperti ini banyak dipakai dalam program C, di samping menghemat penulisan
pernyataan, juga lebih memberikan kejelasan, khususnya untuk variabel yang perlu diberi
nilai awal (diinisialisasi).
tipe daftar-variabel;
nama_variabel = nilai;
19
B.3 Konstanta
Konstanta menyatakan nilai yang tetap. Berbeda dengan variabel, suatu konstanta
tidak dideklarasikan. Namun seperti halnya variabel, konstanta juga memiliki tipe.
Penulisan konstanta mempunyai aturan tersendiri, sesuai dengan tipe masing-masing.
Konstanta karakter misalnya ditulis dengan diawali dan diakhiri dengan tanda petik
tunggal, contohnya : ‘A’ dan ‘@’.
Konstanta integer ditulis dengan tanda mengandung pemisah ribuan dan tak
mengandung bagian pecahan, contohnya : –1 dan 32767.
Konstanta real (float dan double) bisa mengandung pecahan (dengan tanda berupa
titik) dan nilainya bisa ditulis dalam bentuk eksponensial (menggunakan tanda e),
contohnya : 27.5f (untuk tipe float) atau 27.5 (untuk tipe double) dan 2.1e+5
(maksudnya 2,1 x 105 ).
Konstanta string merupakan deretan karakter yang diawali dan diakhiri dengan tanda
petik-ganda (“), contohnya :“Pemrograman Dasar C”.
B.4 Operator
Operator merupakan simbol atau karakter yang biasa dilibatkan dalam program
untuk melakukan sesuatu operasi atau manipulasi, seperti menjumlahkan dua buah nilai,
memberikan nilai ke suatu variabel, membandingkan kesamaan dua buah nilai. Sebagian
operator C tergolong sebagai operator binary, yaitu operator yang dikenakan terhadap dua
buah nilai (operand). Contoh :
a + b
Simbol + merupakan operator untuk melakukan operasi penjumlahan dari kedua operandnya
(yaitu a dan b). Karena operator penjumlahan melibatkan dua operator ini tergolong
sebagai operator binary.
-c
Simbol – (minus) juga merupakan operator. Simbol ini termasuk sebagai operator unary,
yaitu operator yang hanya memiliki sebuah operand (yaitu c pada contoh ini).
20
B.4.1. Operator Aritmatika
Operator untuk operasi aritmatika yang tergolong sebagai operator binary adalah :
* perkalian
/ pembagian
% sisa pembagian
+ penjumlahan
– pengurangan
Adapun operator yang tergolong sebagai operator unary.
– tanda minus
+ tanda plus
Contoh pemakaian operator aritmatika misalnya untuk memperoleh nilai
diskriminan dari suatu persamaan kuadrat : D = b2 – 4ac
/* File program : diskrim.c
Menghitung diskriminan pers kuadrat ax^2 + bx + c = 0 */
# include <stdio.h>
main()
{
float a,b,c,d;
a = 3.0f;
b = 4.0f;
c = 7.0f;
d = b*b-4*a*c;
printf(“Diskriminan =%f\n”,d);
}
Contoh eksekusi :
Diskriminan = -84.000000
Operator yang telah dituliskan di atas, yang perlu diberi penjelasan lebih lanjut adalah
operator sisa pembagian. Beberapa contoh berikut kiranya akan memperjelas makna dari
operator ini .
21
• Sisa pembagian bilangan 7 dengan 2 adalah 1 (7 % 2   1)
• Sisa pembagian bilangan 6 dengan 2 adalah 0 (6 % 2   0)
• Sisa pembagian bilangan 8 dengan 3 adalah 1 (8 % 3   2)
Kegunaan operator ini diantaranya bisa dipakai untuk menentukan suatu bilangan
bulat termasuk ganjil atau genap, berdasarkan logika : “Jika bilangan habis dibagi dua
(sisanya nol), bilangan termasuk genap. Sebaliknya, termasuk ganjil”.
B.4.2. Operator Penurunan dan Penaikan
Masih berkaitan dengan operasi aritmatika, C menyediakan operator yang disebut
sebagai operator penaikan dan operator penurunan, yaitu :
++ operator penaikan
— operator penurunan
Operator penaikan digunakan untuk menaikkan nilai variabel sebesar satu. Penempatan
operator terhadap variabel dapat dilakukan di muka atau di belakangnya, contohnya :
x = x+1;
y = y+1;
Bisa ditulis menjadi :
++x;
–y;
atau :
x++;
y–;
bergantung pada kondisi yang dibutuhkan oleh pemrogram. Di bawah ini adalah contoh
yang akan menunjukkan perbedaan pemakaian dan hasil dari ++x dengan x++ (atau
pemakaian y– dengan –-y).
22
/* File program : pre_post.c
Contoh penggunaan pre & post Increment operator */
#include <stdio.h>
main()
{
int count = 0, loop;
loop = ++count; /* count=count+1; loop=count; */
printf(“loop = %d, count = %d\n”, loop, count);
loop = count++; /* loop=count; count=count+1; */
printf(“loop = %d, count = %d\n”, loop, count);
}
Contoh eksekusi :
loop = 1, count = 1
loop = 1, count = 2
B.4.3. Prioritas Operator Aritmatika
Tabel di bawah ini memberikan penjelasan mengenai prioritas dari masingmasing
operator. Operator yang mempunyai prioritas tinggi akan diutamakan dalam hal
pengerjaan dibandingkan dengan operator yang memiliki prioritas lebih rendah.
Tabel 2.3 Tabel prioritas operator aritmatika dan urutan pengerjaannya
*) Bentuk unary + dan unary – memiliki prioritas yang lebih tinggi daripada bentuk
binary + dan binary –
PRIORITAS OPERATORURUTAN PENGERJAAN
Tertinggi ( ) dari kiri ke kanan
! ++ — + – dari kanan ke kiri *)
* / % dari kiri ke kanan
+ – dari kiri ke kanan *)
Terendah = += -= *= /= %= dari kanan ke kiri
23
B.4.4. Operator Penugasan
Operator penugasan (assignment operator) digunakan untuk memindahkan nilai
dari suatu ungkapan (expression) ke suatu pengenal. Operator pengerjaan yang umum
digunakan dalam bahasa pemrograman, termasuk bahasa C adalah operator sama dengan
(=). Contohnya :
fahrenheit = celcius * 1.8 + 32;
Maka ‘=’ adalah operator penugasan yang akan memberikan nilai dari ungkapan : celcius
* 1.8 + 32 kepada variabel fahrenheit.
Bahasa C juga memungkinkan dibentuknya statemen penugasan menggunakan
operator pengerjaan jamak dengan bentuk sebagai berikut :
pengenal1 = pengenal2 = … = ungkapan ;
Misalnya :
a = b = 15;
maka nilai variabel ‘a ‘ akan sama dengan nilai variabel ‘b‘ akan sama dengan 15.
B.4.5 Operator Kombinasi (Pemendekan)
C menyediakan operator yang dimaksudkan untuk memendekkan penulisan
operasi penugasan semacam
x = x + 2;
y = y * 4;
menjadi
x += 2;
y *= 4;
Daftar berikut memberikan seluruh kemungkinan operator kombinasi dalam
suatu pernyataan serta pernyataan padanannya.
24
Tabel B.4 Seluruh kemungkinan operator kombinasi dan padanannya
C. TUGAS PENDAHULUAN
1. Berapakah nilai jawaban yang ditampilkan oleh program di bawah ini :
2. Program di bawah ini seharusnya menampilkan keluaran satu baris sbb :
c* c = 25,000000
Namun, belum berhasil karena masih ada beberapa kesalahan. Temukan minimal 3
kesalahan dalam program tersebut.
x += 2; kependekan dari x = x + 2;
x -= 2; kependekan dari x = x – 2;
x *= 2; kependekan dari x = x * 2;
x /= 2; kependekan dari x = x / 2;
x %= 2; kependekan dari x = x % 2;
x <<= 2; kependekan dari x = x << 2;
x >>= 2; kependekan dari x = x >> 2;
x &= 2; kependekan dari x = x & 2;
x |= 2; kependekan dari x = x | 2;
x ^= 2; kependekan dari x = x ^ 2;
#include <stdio.h>
main()
{
int jawab, hasil;
jawab = 100;
hasil = jawab – 10;
printf(“Jawabannya adalah %d\n”, hasil + 6);
}
#include <Studio.h>
main ()
{
float a, b, c;
a = 3;
b = 4.0;
c = a * a + b * b
printf(“c * c = %d”, c);
}
25
3. Buatlah program untuk mengkonversi suhu dari Celcius ke Fahrenheit dengan rumus
F = C * 1.8 + 32
Input : suhu dalam celcius(C)
Proses: F=C*1.8+32
Output : suhu dalam Fahrenheit(F)
4. Buatlah flowchart dari percobaan yang akan dilakukan!
D. PERCOBAAN
1. Buatlah program yang membaca dua buah harga bertipe integer yang masing-masing
menyatakan besaran dalam rupiah, nilai tukar satu dollar terhadap rupiah, menghitung
hasil penukaran rupiah dalam dollar dan sisanya dalam rupiah, serta menampilkan
harga-harga tersebut pada layar.
Tampilan:
Nilai rupiah = 10000
Kurs dollar = 7500
Hasil penukaran
Dollar = 1
Sisa = 2500
2. Buatlah program yang membaca sebuah harga yang bertipe integer yang menyatakan
besaran dalam hari, menghitung ekuivalensinya dalam tahun, bulan dan hari, serta
menampilkan harga-harga tersebut(tahun, bulan, dan hari). Asumsikan 1 tahun=365
hari, 1 bulan = 30 hari.
Tampilan:
Jumlah hari = 1000
1000 hari = 2 tahun 9 bulan 0 hari
26
3. Menukarkan 2 buah nilai A dan B!
Input: a,b;
Proses: c=a;
a=b;
b=c;
output:a, b;
4. Menghitung luas persegi panjang dimana panjang dan lebarnya persegi panjang
dimasukkan melalui keyboard!
input: panjang,lebar
proses: luas=panjang*lebar
output:luas
5. Buatlah program untuk mengkonversi huruf besar menjadi huruf kecil dan sebaliknya!
Huruf besar menjadi huruf kecil
Input: karakter huruf besar
Proses: karakter huruf kecil=karakter huruf besar-32
Output:karakter huruf kecil
27
Huruf kecil menjadi huruf besar
Input:karakter huruf kecil
Proses:karakter huruf besar=karakter huruf kecil+32
Output:karakter huruf besar
E. LAPORAN RESMI
1. Carilah nilai j dan terangkan bagaimana nilai j ini diperoleh jika diketahui
int m=24, k=21;
a. j=m%k;
b. j=m++ +k;
c. j=m- –k;
d. j=k+=m;
e. j=–m+k++;
f. j=-m*5;
2. Gantilah pernyataan
luas = 0.5 * PI * radius * radius pada program dibawah ini
# include <stdio.h>
# define PI 3.14
Main( )
{
float radius, keliling, luas;
radius = 20;
28
luas = 0.5 * PI*radius*radius;
printf(“luas = %f\n”,luas);
}
Menjadi
luas = ½ * PI * radius * radius
kemudian ujilah program. Perhatikan apa yang terjadi terutama pada nilai luas?
Mengapa bisa begitu???

sumber : http://lecturer.eepis-its.edu/~mieke/bhs-c/prakt-c/dasar%20program%20c.pdf

<<a href="http://diploma.ipb.ac.id" title="IPB Badge by:Farhad"><img src="http://ipb.ac.id/badge/img/20100612501231939.png" alt="IPB Badge" width="207" height="103"/><>
IPB Badge